Minggu, 27 Agustus 2017

Ade Rensi, Tempatmu di Surga!

Rensi...
Sapaan manja semua orang kepadamu tinggal nama.
Dua bulan lalu Engkau hadir di pesta pernikahanku dengan senyum manismu.
Saat ini engkau terbaring kaku.
Mama di sampingmu hanya bisa memanggil namamu.
Begitu teganya engkau tinggalkan dia dan seisi bumi ini dengan cara secepat dan sekejam ini.
Kemarin kami masih bersamamu.
Mendengar ocehanmu.
Mendengar suara cerewetmu.
Kita masih di kelas XII IPS 1
SMAK Lamaholot.
Tapi hari ini, tepat hari ulang tahunmu.
Kami datang merayakan ulang tahunmu.
Dalam tangis dan air mata.
Engkau kini terbujur kaku.
Tanpa nyawa.
Kami tak rela perpisahan begitu cepat ini terjadi.
Tapi Sang Khalik pasti punya rencana paling baik untukmu.
Semoga Tuhan mengampuni dosa-dosamu selama hidup di dunia.
Dan Surgalah tempatmu.
Rest In Peace anak muridku.

(Ditulis oleh Stanislaus Lamapaha di Honihama, 27 Agustus 2017)
Dipublikasikan oleh, Maksimus Masan Kian

Kamis, 19 Januari 2017

SUKSES ITU BUTUH PERJUANGAN

Kanis Lamapaha, siswa SMK Bina Karya Larantuka Kelas X Bangunan, sore ini, Kamis (19/1/17) dalam proses penyelesaian Kandang Ayam Contoh.

Hasil karyanya yang perdana (Kandang Ayam) selanjutnya diiklankan( dipublikasikan) di Kota Larantuka untuk menerima tawaran berikutnya.

Putra dari Ama Taka Lamapaha ini sejak di kampung Honihama sudah terampil membuat karya sekelas kadang ayam, kursi, meja, dan tempat tidur dari bambu. Saat ini Ia berusàha untuk menekuni talentanya ini, di Kota Larantuka sebagai sumber untuk mendapatkan penghasilan.

Di usia 16 tahun, Ia sudah belajar hidup mandiri. Tamat dari SMPN Satap Riangduli 2016 lalu, Kanis memilih menuntut ilmu di Kota Larantuka. Hidup dikontrakan, jauh dari orang tua. Masak sendiri, cuci sendiri dan segala urusan lainnya tanpa campur tangan orang lain. Ia menyadari bahwa sukses itu butuh perjuangan dan perjuangan itu membutuhkan kerja keras.

Cita - cita yang Ia mimpikan tidak tinggi - tinggi, Siswa teladan dan peraih Juara I kelas di SMK Bina Karya Larantuka pada semester I ini mengatakan, setelah tamat dari SMK Bina Karya nanti, Ia hanya berharap ingin melanjutkan pendidikan Tinggi di bagian Teknik Bangunan dan kelak bisa menjadi Tukang Bangunan yang profesional.

"Ahe cita - cita goe yang pe blolo - blolo ne hala. Kalau biaya pendidikan noone neti go bisa lanjut sekolah tinggi di pe yang bagian tukang ne, dan balik bisa kaa tukannek. Tapi semoga menjadi tukang yang profesional.

Selasa, 03 Januari 2017

Lewowerang Bebas Judi

 Tewou Puke Depan Basa Oron Tewa Dusun Lewowerang Desa Tuwagoetobi

Mendengar komitemen Warga Dusun II Lewowerang Desa Tuwagoetobi Kecamatan Witihama Kabupaten Flores Timur yang  menjadikan “Lewowerang Bebas Judi” saya tertarik, suka dan langsung mendukung atas informasi dari kampung oleh teman Matheus Usen. Menurutnya, hari ini Senin tanggal 2 Januari 2017, warga Lewowerang Desa Tuwagoetobi bersepakat dan membangun komitmen untuk menjadikan Dusun Lewowerang sebagai Dusun Bebas Judi. 

"Oleh Warga Lewowerang main kartu boleh, namun main kartu untuk judi itu haram! haram!,"tegas Mateus.
Ia menambahkan, ke depan akan disiapkan tulisan "Lewowerang Bebas Judi" dan dipasang pada lorong - lorong strategis dan terbuka untuk mudah dibaca oleh siapa saja yang masuk di Dusun Lewowerang.

Pilihan dan komitmen warga Lewowerang untuk melakukan perubahan di tahun 2017 dengan meninggalkan kebiasaan judi yang mungkin saja sebelumnya ditahun 2016 dilakukan oleh warga Lewowerang pada khususnya dan Warga Desa Tuwagoetobi pada umumnya patut diapresiasi. Ini jalan terbaik untuk menciptakan sebuah kondisi lingkungan yang mendidik ke arah positif.


Audaktus Lawe Aman Kepala Desa Tuwagoetobi yang akan mengakhiri masa jabatannya pada Mei 2017 dalam sambutannya Sabtu, 31 Desember 2017 di Basa Puri Ratu Dusun III Lewoblolon menyampaikan sekaligus menegaskan bahwa salah satu program Pemerintah Desa di tahun 2017 yang diangap paling "sulit" adalah bagaimana mengurangi atau menghilangkan kebiasaan judi yang hari - hari ini, sepertinya "menjamur" di Desa Tuwagoetobi. 

Sepertinyanya pernyataan dan harapan Kades Tuwagoetobi ini bukan "gertak sambal" atau isapan jempol belaka. Karena menurut Kades yang dipastikan akan maju dan kembali bertarung pada Pilkades Tuwagoetobi Oktober 2017 ini, Ia sendiri sudah mulai berhenti. "Saya sudah coba menahan diri untuk tidak lagi main judi. Kita memang harus mencoba untuk berhenti,"ungkap Kades.

Niat baik Warga Lewowerang pada tingkat Dusun untuk menjadikan Dusun Lewowerang bebas judi bisa menjadi barometer dan acuan untuk tingkat Desa Tuwagoetobi.

#Terima kasih Warga Lewowerang, dan kita menanti aksi Kades Tuwagoetobi Audaktus Lawe Aman yang hanya menyisahkan 4 bulan lagi memimpin Desa Tuwagoetobi dengan jumlah penduduk terbesar di Kecamatan Witihama ini. (mmk)